Minggu, 28 November 2010

Ulangan Bhs. Indonesia - Pengalaman Mengesankan

Pancingan Lepas

        Kejadian ini terjadi ketika aku kelas 5 SD. Waktu itu kebetulan kelasku sedang melaksanakan field trip ke Pasir Mukti. Aku melakukan berbagai kegiatan, namun kejadian ini adalah yang paling mengesankan.
           Ketika itu kami sekelas sedang memancing.Waktu itu aku dan temanku, Adil sedang memancing ikan. Kami sudah lama menunggu, namun kami belum mendapatkan ikan satupun. Hampir semua Teman-temanku sudah mendapatkan ikan , namun semuanya kecil-kecil. Hanya temanku Dandi yang mendapat ikan paling besar sendiri. Setelah beberapa lama, aku merasakan ada yang menarik-narik kail pancingku. Lalu aku tarik dengan cepat pancinganku namun plukk…… pancinganku lepas dan tenggelam. Dan yang tersisa hanya pegangannya. Teman-temanku menertawaiku semua. Aku pun ikut tertawa karena yang tersisa hanya pegangannya.
          Setelah memancing, kami sekelas bermain lumpur. Aku sempat terjatuh sekali, namun tidak selucu sewaktu kami memancing. Setelah kejadian itu kami mandi,makan dan shalat bersama. Lalu kami shalat bersama dan langsung pulang ke SD Harapan Ibu tercinta.

Ulangan Bhs. Indonesia - Pantun

Pantun



Ciri-ciri pantun:
1.    Pantun memiliki bait dan baris
2.    Tiap-tiap bait memiliki baris, bisanya 4 baris
3.    Bersajak akhir dengan pola a-b-a-b
4.    Jumlah suku kata tiap baris antara delapan sampsi dua belas suku kata
5.    Terdiri atas sampiran dan isi


Pantun 1      :
Mandi pagi siap sekolah,
Agar bisa pergi pukul lima
Kalau anda tidak salah,
Andakah orang yang berkaki tiga

Balasan        :
Ada kucing menabrak dinding,
Membuat adik selalu tertawa
Saya memang berkaki ginding,
Karena saya punya kaki tiga





Pantun 2      :
Kalau anda membuat makalah,
Jangan membuatnya terlalu lama
Kenapa saya selalu salah,
Dan selalu mendapat lima

Balasan        :
Ada mobil berwarna merah,
Harganya lima ratus juta
Anda sendiri sudah merasa salah,
Kenapa tidak mau bertanya

Pantun 3      :
Lihat kue sudah gosong,
Karena dimasak terlalu lama
Bukan saya berkata bohong,
Ada kucing menunggangi kuda

Balasan        :
Saya tinggal di Bandar Lampung,
Anda tinggal di Balikpapan
Saya juga tidak bohong,
Ada kerbau di dalam delman




Pantun 4      :
Aku senang membaca Koran,
Adik senang membaca komik
Saya sedang mencari teman,
Apa anda yang bernama Malik

Balasan        :
Kita pergi ke toko bangunan,
Untuk membeli satu dus keramik
Hai apa kabar teman,
Nama saya memang Malik

Ulangan Bhs. Indonesia

Novel
“Laskar Pelangi”

Sinopsis:

          Bu Mus adalah seorang guru yang pandai, karismatik, & memiliki pandangan jauh ke depan. Beliau menyusun sendiri silabus pelajaran Budi Pekerti dan mengajarkan Kepada kami sejak dini.
          Lintang dan Mahar seperti Faraday kecil dan Warbol mungil dan satu kelas atas laksana Thomas Alfa Edison. Keduanya penuh inovasi dan kejutan kreativitas dalam bidangnya masing-masing. Tanpa mereka kelas kami tak lebih dari sekumpulan kulit tambang melarat yang mencoba belajar tulis rangkai indah di atas kertas bergaris tiga.
          Tidur di ruang utama masjid adalah pelanggaran. Kami seharusnya tidur di belakang, di ruangan beduk dan usungan jenazah.
          Aku terkenang lima belas tahun yang lalu. Setelah tamat SMA, aku, Ikal, Trapani, dan Kucai memutuskan untuk merantau mengadu nasib ke Jawa. Hari itu kami berjanji berangkat dengan kapal barang dari Dermaga Olivir. Tapi sampai sore Trapani tak datang. Karena kapal barang hanya berangkat sebulan sekali maka terpaksa kami berangkat tanpa dia. Pada saat itu rupanya Trapani telah mengambil keputusan lain. Ia tak datang ke dermga karena ia tak mampu meninggalkan ibunya. Setelah itu kami tidak pernah mendengar kabar Trapani.

Tokoh dan Wataknya:

Pak Harfan : Baik hati, sabar
Bu Mus : Sabar, pandai, karismatik
Trapani : Pendiam namun pintar
Kucai : Populis, oportunis, bermulut besar, banyak teori, sok tahu
Syahdan : Ceria, tidak punya sense of fasion
Sahara : Penuh perhatian, kepala batu dan jujur
Harun : Santun, pendiam, dan murah senyum
Lintang : Tak pernah tinggi hati, pintar
Mahar : Sabar Kreatif
Borek : Tak tahu diri, keras kepala
A Kiong : Naïf dan tak peduli, namun penolong dan ramah
Flo : Tomboi, tak berminat


Tokoh Favorit:

Lintang. Karena Lintang berwawasan luas dan tak kenal lelah.

Pesan Pengarang:

Novel Ini dipersembahkan untuk Ibu Muslimah Hafsari dan Bapak Harfan Effendy Noor dan sepuluh sahabat anggota laskar pelangi


Sinopsis Versi Pemakalah:

Bu Mus ialah seorang guru yang pandai, karismatik, & memiliki pemikiran jauh ke depan. Beliau menyusun sendiri silabus pelajaran Budi Pekerti dan mengajarkan kepada kami sejak dini.
          Lintang dan Mahar seperti Faraday kecil dan Warbol mungil dan satu kelas atas laksana Thomas Alfa Edison. Keduanya penuh inovasi dan kejutan kreativitas dalam bidangnya masing-masing. Tanpa mereka kelas kami tak lebih dari sekumpulan kulit tambang melarat yang mencoba belajar tulis rangkai indah di atas kertas bergaris tiga.
          Tidur di ruang utama masjid adalah pelanggaran. Kami seharusnya tidur di belakang, tepatnya di ruangan beduk dan usungan jenazah.
          Aku teringat lima belas tahun lalu. Sesudah tamat SMA, aku, Ikal, Trapani, dan Kucai memutuskan untuk merantau mengadu nasib ke Jawa. Hari itu kami berjanji akan berangkat dengan kapal barang dari Dermaga Olivir. Tapi sampai sore Trapani tak kunjung datang. Karena kapal barang hanya berangkat sebulan sekali maka terpaksa kami berangkat ke Jawa  tanpa dia. Pada saat itu rupanya Trapani telah mengambil keputusan lain. Ia tak datang ke dermga karena ia tak mampu meninggalkan ibunya. Setelah itu kami tidak pernah mendengar kabar dari Trapani.

Ulangan Bhs. Indonesia

Akulah Pahlawan

Akulah pahlawan / satria sejati /
Cepat / kuat / gagah berani /
Tidak takut / lautan api /
LIhatah pedangku /
Tengoklah senapanku /
Siap sudah / aku menunggu /
Panggilan / tanah airku //

Parafrase

       Aku adalah seorang pahlawan satria sejati. Cepat, kuat, dan gagah berani. Aku tidak takut lautan api. Lihatlah pedangku, dan tengoklah senapanku. Siap sudah aku menunggu, panggilan dari Tanah Airku.

Me

    Namaku Muhammad Ghani Razzak, atau biasa dipanggil Ghani. Aku lahir di Bandung, 20 Agustus 1998. Aku sekolah di Labsky. Hobiku adalah membaca, menonton, dan main PS. Makanan kesukaanku adalah baso tahu.